Fidiah: Arti Hingga Cara Pelaksanaannya, Muslim Wajib Tahu!

0
497
APA YANG DIMAKSUD DENGAN FIDYAH

Sebagai seorang muslim, pasti Anda sering mendengar istilah Fidyah atau fidiah ini entah itu melalui ceramah atau membacanya sendiri. Sebenarnya, Apa yang dimaksud dengan fidyah itu? 

Fidyah adalah sebuah istilah yang bermakna menebus/mengganti kewajiban apabila tidak mampu melaksanakan ibadah (puasa Ramadan).

Puasa Ramadan adalah ibadah yang wajib bagi umat Islam, tetapi hanya untuk orang-orang yang sudah memenuhi syarat saja.

Ada yang memang belum diwajibkan karena belum memenuhi syarat, ada pula yang tidak diwajibkan karena sudah tidak mampu melaksanakan puasa dengan memiliki kriteria tertentu.

Untuk mengetahui apa itu fidyah, berikut penjelasan singkatnya mengenai apa itu fidyah, hukum, kriteria hingga cara melaksanakannya.

Apa yang Dimaksud dengan Fidyah?

Seperti yang sudah dibahas pada awal artikel, kata fidiah berarti sebuah tebusan yang diambil dari kata fadaa dalam Bahasa Arab.

Berbeda dengan qadha yang harus mengganti puasa di luar bulan Ramadan, orang-orang yang tidak lagi diwajibkan berpuasa karena kriteria tertentu dan tidak mampu melaksanakan qadha akan dikenakan fidiah untuk mengganti puasanya.

Dalil tentang fidiah sudah dijelaskan dalam Q.S Al-Baqarah ayat 184 yang artinya sebagai berikut:

(Yaitu) beberapa hari tertentu. Maka barang siapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain. Dan bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidiah, yaitu memberi makan orang miskin. Tetapi barang siapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itu lebih baik baginya, dan puasamu itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui..

Baca Juga: 5 Hikmah Puasa Ramadan yang Harus Anda Tahu

Hukum & Kriteria Fidyah

Anda telah mengetahui apa yang dimaksud dengan fidyah dengan singkat, kini saatnya membahas hukum yang mendasari seseorang harus melaksanakan fidiah.

Fidiah hukumnya wajib dilakukan oleh orang-orang yang sudah tidak mampu melaksanakan puasa.

Hal ini merujuk kembali pada potongan ayat Q.S Al-Baqarah ayat 184:

“…..maka barang siapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu)…..”

Pada dasarnya, fidiah ditujukan kepada orang-orang yang sudah tua renta atau sakit yang menyebabkannya tidak mampu lagi melaksanakan puasa.

Sehingga tidak semua orang dapat berdalih melakukan fidyah karena meninggalkan puasa dengan beberapa hal yang tidak sesuai syariat agama.

Untuk kriteria yang wajib melaksanakan fidyah, berikut adalah ulasan beserta perbandingannya dengan fidyah agar Anda lebih paham.

Melansir Rumaysho, berikut kriteria-kriteria antara fidyah dan qadha.

Fidyah: 

  • Orang sakit yang tidak memiliki harapan sembuh
  • Para lansia yang sudah tidak kuat berpuasa
  • Wanita hamil dan menyusui yang khawatir akan bayinya saja

Qadha:

  • Orang sakit yang memiliki harapan sembuh
  • Musafir yang pada waktu subuh sudah meninggalkan batas kota
  • Wanita hamil dan menyusui yang khawatir akan dirinya sendiri
  • Wanita hamil dan menyusui yang khawatir akan dirinya dan bayinya
  • Wanita hamil dan menyusui yang khawatir akan bayinya saja

Baca Juga: Hemat, Ini 5 Ide Hidangan Khas Lebaran Selain Opor

Cara Pelaksanaan Fidyah

Cara membayar fidyah harus benar-benar dilakukan dan tidak hanya sebatas mengetahui apa yang dimaksud dengan fidyah saja.

Untuk waktu pelaksanaannya, fidyah boleh dilakukan selama bulan Ramadan dan Anda bisa memilih fidyah di hari ketika tidak berpuasa, atau bisa juga pada saat hari terakhir Ramadan.

Menurut Imam Malik, Imam Syafi’I, takaran untuk memberikan fidyah adalah 1 mud atau sekitar 6,75 ons (kurang lebih 675 gram).

Sementara menurut Ulama Hanafiyah, takaran fidyah sebesar 2 mud atau setara 1/2 sha’ gandum (jika 1 sha’ setara 4 mud = sekitar 3 kg, maka 1/2 sha’ berarti sekitar 1,5 kg). 

Aturan kedua ini biasanya digunakan untuk orang yang membayar fidiahnya menggunakan beras.

Adapun bila merujuk pada SK Ketua BAZNAS No. 10 Tahun 2022 tentang Zakat Fitrah dan Fidyah untuk wilayah Ibukota DKI Jakarta Raya dan Sekitarnya, apabila fidyah diuangkan, maka jumlahnya sebesar Rp50.000 per hari untuk satu orang.

Kemudian, untuk cara pembayarannya, apabila Anda melewatkan puasa selama 30 hari penuh, maka fidyah bisa dibayarkan kepada tiga puluh fakir miskin yang setiap orangnya menerima 1 mud. 

Namun, apabila Anda ingin memberikan kepada beberapa orang fakir miskin saja misalnya kepada 5 orang, maka setiap orangnya akan menerima 6 mud.

Agar lebih mudah dalam menghitung besaran fidiah, Anda juga bisa mengunungi laman Baznas berikut ini.

Baca Juga: Penyakit Ain: Pengertian, Penyebab, dan Cara Menghindarinya

Penutup

Setelah membaca ini, semoga Anda menjadi tahu apa yang dimaksud dengan fidyah dan cara melaksanakannya.

Sebenarnya, untuk memahami fidyah secara mendalam tidak cukup hanya dengan membaca artikel ini, tetapi setidaknya Anda sudah dapat mengetahui inti-inti dalam fidiah.

Terima kasih sudah membaca artikel yang membahas apa yang dimaksud dengan fidyah dengan singkat ini.

Apabila ada kekurangan dalam pengutipan ayat/hadis pada setiap artikel, silakan hubungi melalui kolom komentar, ya.

Jangan lupa untuk terus memantau blog Ramadan.id untuk mendapatkan artikel terbaru seputar Ramadan dan Islam lainnya.