Ramadan.id – Tak dapat dimungkiri, keberadaan sampah di masjid, khususnya pada bulan Ramadan akan menjadi masalah tersendiri bagi para pengurus, tak terkecuali Masjid Salman ITB yang menyediakan program berbagi takjil..
Untuk itu, Panitia Pelaksana Program Ramadan dan Iduladha (P3RI) 1444 H menggagas program edukasi bagi para jemaah mengenai pemilahan sampah tersebut.
Untuk mendukung hal itu, P3RI juga bekerja sama dengan Enivironment Rangers (Savior) untuk menyediakan lima jenis tempat sampah terpilah.
Pemilahan sampah tersebut telah dilaksanakan sejak Tarhib Ramadan, Sabtu (18/3/2023) lalu. Harapannya, kegiatan tersebut bisa terus berjalan hingga pelaksanaan salat Idul Fitri.
Bukan tanpa alasan, edukasi mengenai pemilahan sampah terhadap para jemaah Masjid Salman ITB ini dilakukan untuk mencegah terbuangnya sampah yang masih bisa digunakan atau didaur ulang.
Selain itu, adanya program pemilahan sampah tersebut juga diharapkan dapat mengurangi pembuangan sampah ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).
Lebih lanjut, hasil sampah yang telah dipilah tersebut akan dimanfaatkan sesuai dengan jenisnya. Misalnya, jenis sampah organik dapat dimanfaatkan menjadi kompos, jenis sampah non-organik akan dikumpulkan dan dijual ke pengepul.
Sementara, sampah plastik yang telah tercampur dengan bahan makanan akan dibuang ke TPA.
Sebenarnya, program pemilahan sampah ketika Ramadan ini telah dilakukan sejak tahun lalu. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Divisi Zero Waste P3RI 1444 H, Roihan M Iqbal.
“Sampah tahun lalu tidak sebanyak sampah tahun sekarang, karena tahun lalu kuliah masih online, sedangkan sekarang sudah offline. Sehingga, di tahun ini, sampah lebih banyak. Bahkan, hingga hari ke-6 Ramadan, sampah duplex yang dihasilkan mencapai 100 kg, itu belum terhitung dengan jumlah sampah jenis lainnya,” ujar Roihan, dikutip dari salmanitb.com, Jumat (31/3/2023).
Edukasi Pemilahan Sampah Terhadap Jemaah

Program Edukasi Pemilahan Sampah Masjid Salman ITB – [salmanitb.com]
Selain itu, pada setiap box menu takjil telah terdapat anjuran untuk memilah sampah. Meski begitu, Roihan mengaku tak semua jemaah mematuhi imbauan tersebut.
“Pernah, ada jemaah yang marah karena harus memilah sampah, tapi kami beri edukasi bahwa memang Masjid Salman menerapkan peraturan kebersihan seperti ini. Di setiap spot, tempat pemilahan itu, ada yang menjaga biar jemaah mau memilah sampah. Kita juga meletakkan tempat sampah organik di awal karena biasanya kalau buang sampah, jemaah membuang sampah organik terlebih dahulu,” ungkapnya.
Tak sampai di situ, Roihan mengajak masjid-masjid lain untuk melakukan hal yang sama selama bulan Ramadan. Adapun langkah awal untuk melakukan pemilahan tersebut adalah memisahkan tempat sampah organik dan anorganik.
Menurutnya, hal itu dilakukan agar sampah yang masih bisa diolah dapat kembali dimanfaatkan. Roihan pun berharap para jemaah lebih aware terhadap pemilahan sampah tersebut. Bahkan, ia berharap hal itu dapat dilakukan di bulan-bulan yang lain.
