Definisi Masya Allah dan Perbedaannya dengan Subhanallah

0
342
MASYAALLAH ADALAH

Masyaallah adalah kalimat yang sering sekali diucapkan dan didengar setiap hari khususnya bagi umat Islam.

Seperti diketahui, MasyaAllah adalah kalimat pujian kepada sang pencipta yang harus diucapkan sesuai tuntunan Rasulullah. 

Ada banyak manfaat mengucapkan MasyaAllah, yang salah satunya adalah mendapatkan pahala.

Terkadang kalimat Masyallah dipadukan pula dengan kalimat lainnya sehingga menjadi ‘Masya Allah tabarakallah’.

Lalu, sebenarnya apa yang dimaksud dengan MasyaAllah dan kapan pengucapannya yang paling tepat?

Yuk, temukan jawabannya pada artikel ini.

Pengertian Masya Allah

Arti Masyaallah sendiri merupakan kalimat ketika menyaksikan atau mendengar informasi mengesankan, baik terhadap seseorang, sesuatu, maupun peristiwa yang dialami sendiri maupun orang lain. 

Hal ini sesuai dengan hadis yang diriwayatkan Anas bin Malik bahwa Rasulullah SAW bersabda:

“Siapa saja yang melihat sesuatu yang membuatnya takjub, hendaklah ia berkata ‘Mâsyâ Allâh’.

Perbedaan Masya Allah & Subhanallah

Perbedaan Masya Allah dan Subhanallah adalah hal yang perlu dipahami dengan benar oleh setiap muslim karena dua ungkapan terpuji ini yang seringkali kurang tepat dalam konteks pengucapannya.

Adapun perbedaan Subhanallah dan Masyaallah adalah sebagai berikut:

Baca Juga: Jadwal Imsakiyah Puasa Ramadan 1443/2022

  • Ucapkan Masya Allah untuk Hal Baik yang Dilihat

Kalimat MasyaAllah diucapkan ketika melihat sesuatu yang membuat takjub.

Apabila kondisi menakjubkan tersebut merupakan sesuatu yang baik dan mengharapkan hasil positif, kita disunnahkan untuk menambah ucapan doa. 

Hal ini diungkapkan oleh Amir bin Rabiah bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

”Jika salah seorang kamu melihat sesuatu pada diri dan hartamu, lalu itu membuatmu takjub, hendaklah berdoa memohon keberkahan.”

  • Subhanallah Diucapkan Ketika Melihat Hal Kurang Baik

Subhanallah merupakan sisi sebaliknya dari kalimat MasyaAllah.

Artinya, Anda bisa mengucapkannya ketika mendapati sesuatu yang kurang baik.

Begitu pula ketika melihatnya di depan mata, maka jangan sampai tertukar dengan kalimat lainnya. 

Adapun dalam bahasa Arab, Subhanallah artinya ‘Maha Suci Allah’, dan ketika mengucapkannya, berarti Anda sedang menyaksikan sesuatu yang buruk dan berdoa agar terhindar dari kondisi tersebut. 

Singkatnya, Subhanallah bermakna Maha Suci Allah dari hal-hal buruk yang terjadi, Allah terpuji dan suci dari berbagai hal buruk yang terjadi. 

  • Subhanallah Sebagai Ekspresi Ketidaksetujuan

Mengucapkan Subhanallah juga bisa dilakukan sebagai ekspresi ketidaksetujuan.

Sunnah mengucapkankalimat ini ketika tidak setuju terhadap perilaku atau pendapat sudah diriwayatkan dari cerita salah seorang sahabat. 

Saat itu, Abu Hurairah yang bertemu Rasulullah SAW ketika dalam kondisi junub, ia berkata:

Suatu hari, aku berpapasan dengan Nabi Muhammad SAW di sebuah jalan di Madinah sedang aku masih junub.

Aku lalu pergi diam-diam meninggalkan Rasulullah, kemudian mandi bersuci.

Rasulullah SAW sendiri mencari ke mana sahabatnya itu menghilang. ‘Kamu tadi ke mana Abu Hurairah?’ tanya Rasulullah SAW kepadaku saat aku datang.

‘Saat tadi kita bertemu, aku masih kondisi junub, Ya Rasulullah. Aku enggan duduk bersamamu sebelum aku mandi’. 

‘Subhanallah, orang beriman itu tidak najis,’ sambut Rasulullah SAW,” (H.R. Bukhari dan Muslim).

Baca Juga: Celana Sirwal: Pengertian dan Jenis-Jenisnya

Kapan Mengucap Masya Allah?

Rasulullah tidak pernah mengumpat sesuatu dan berkata kotor, hal inilah yang seharusnya dijadikan contoh umat muslim.

MasyaAllah adalah ucapan yang sebaiknya keluar ketika Anda melihat hal-hal indah di sekitar. 

Ketika merasa takjub menyaksikan suatu peristiwa, pemandangan indah, maupun kondisi yang membuat tercengang ucapkanlah Masyaallah. 

Penggunaan dan arti kalimat ini pada dasarnya sebuah bentuk pujian untuk sang pencipta.

Tidak hanya itu, kalimat ini juga bisa diungkapkan sebagai doa agar lebih dekat kepada Allah SWT.

Hal ini berbeda dengan Subhanallah yang diucapkan ketika melihat sesuatu yang buruk terjadi.

Tidak sedikit umat muslim yang tertukar antara keduanya karena kurang mengenal arti MasyaAllah itu sendiri. 

Baca Juga: 8 Makanan Tahan Lama untuk Stok Lauk saat Ramadan

Arti Masya Allah Tabarakallah

Anda mungkin pernah mendengar seseorang mengucapkan MasyaAllah Tabarakallah baik secara langsung maupun melalui postingan di media sosial, keduanya bisa diucapkan secara terpisah maupun bersamaan. 

Ternyata Masya Allah dan Tabarakallah memiliki sedikit perbedaan arti yang perlu Anda pahami.

Keduanya memang diungkapkan ketika melihat hal-hal baik, tetapi Tabarakallah sedikit berbeda dengan MasyaAllah dalam konteksnya. 

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, MasyaAllah diucapkan ketika melihat sesuatu yang indah atas kuasa Allah Azza Wa Jalla.

Sementara Tabarakallah  diungkapkan ketika sedang mendapatkan rezeki dan berkah melimpah dari-Nya. 

Lalu, apa arti dari ucapan MasyaAllah dan dilanjutkan dengan Tabarakallah? Mengingat kedua kalimat baik tersebut pada dasarnya merupakan ungkapan kekaguman yang bisa diucapkan bersamaan. 

Ketika Anda mengucapkan MasyaAllah Tabarakallah berarti ungkapan kekaguman pada kehendak Allah SWT yang menunjukkan keberkahan yang begitu besar kepada umat manusia.

Mencgucap MasyaAllah & Subhanallah Ternyata Tidak Kaku

Sebagai tambahan, MasyaAllah adalah kalimat yang memiliki arti berbeda dengan Subhanallah.

Namun, keduanya sebenarnya bukan pernyataan yang sifatnya kaku, karena kedua ungkapan tersebut sama-sama baik dan terpuji. 

Adapun penjelasan mengenai perbedaan MasyaAllah dan Subhanallah di atas yaitu berdasarkan makna ungkapannya saja.

Untuk penggunaannya sendiri, bisa saja bergeser sesuai konteks komunikasi sehari-hari.

Hal ini terbukti dari salah satu cerita dari Umar bin Khattab yang merasa takjub lalu mengucapkan Allahu Akbar. 

“Aku berkata ‘Apakah Anda [Ya Muhammad] menceraikan istri-istri Anda?’ Rasulullah SAW menjawab, ‘Tidak’. Aku menjawab, ‘Allahu Akbar’,” (H.R. Ibnu Abu Tsaur).

Berdasarkan cerita tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa kita bisa saja membaca kalimat-kalimat terpuji lainnya untuk mengungkapkan kekaguman, misalnya takbir, tasbih, tahmid, tahlil, MasyaAllah, atau bacaan zikir sejenisnya.

Ketika berhadapan dengan sesuatu yang buruk, maka ucapan yang keluar tidak hanya Subhanallah saja, Anda juga bisa menggunakan lafaz taawud maupun doa berlindung diri kepada Allah dari sesuatu yang buruk. 

MasyaAllah adalah kalimat terpuji ketika menyaksikan hal baik yang terjadi pada diri sendiri maupun orang lain.

Begitu pula ketika Anda merasa takjub dengan keindahan ciptaan-Nya, penggunaannya secara tepat penting dipahami setiap muslim agar tidak tertukar.

Baca Juga: Cara Membuat Jadwal Imsakiyah Ramadan dengan Canva

Kesimpulan

Masyaallah adalah kalimat yang sering diucapkan ketika melihat sesuatu yang menakjubkan, tetapi kadang kalimat itu tertukar dengan subhanallah.

Setelah membaca pembahasan singkat pada artikel kali ini, semoga Anda bisa memahami arti dan kapa harus mengucapkan masyaallah.

Apabila kami memiliki kesalahan dalam menjelaskan pengertian dan perbedaan Masyaallah dengan Subhanallah, terutama dalam penulisan hadis, Anda bisa menghubungi kami melalui kolom komentar.

Semoga artikel ini bermanfaat, sampai jumpa di pembahasan berikutnya, apabila Anda sedang mencari informasi lain seputar bulan ramadan dan Islam, silakan kunjungi blog Ramadan.id.